kedaihitamputih

..

Wednesday, August 20, 2014

Buku: Mengenang Gubuk Reyot dan cerita-cerita lainnya

Buku: Mengenang Gubuk Reyot dan cerita-cerita lainnya 

Penulis: Syarkawi Manap

Harga: RM 22


Halaman: 142 muka surat

Daftar Isi:

Pengantar Penerbit

Bantalku Calon Gubernur
Beberapa Tingkat di Atas Kopral
Menafkahi atau Dinafkahi?
Menyumbang 8 Orang
Penjaja Barang Dagangan
Melancong ke Ba-Bel
Mengenang Guru Kami
Melawat ke Utara
Musim Duku
Pemilihan Kepala Desa
Di Daerah Perbatasan
Mencari Istri di Musim Hujan
Mengenang Gubuk Reyot
Mi Xian Melewati Jembatan
Mausoleum Mao Tje Tung
Mampir di Singapura
Berkunjung ke Johor Baru
Bertamasya ke Batam
Pempek Palembang
Simpang Dogan
Bermain Voli
Menebus Dosa
Toko Buku
Jalur Sungai
Kramat Raya 81
Lisboa
Koruptor Terbesar
Salikun Masuk Neraka?
Pesta Pernikahan
Selagi Masih Mampu
Status
Surat Nikah
Topik Pembicaraan
Cerai Surat
Jokkmokks Marknad
Pesta Persahabatan
Positif dan Negatif
Andaikan Dunia Ini Satu Desa
Kirkenes 

SYARKAWI MANAP, lahir di Tanjung Raya, Lahat, Sumatera Selatan, pada 30 Juni 1942, putra keempat dari enam bersaudara keluarga Manap. Pernah belajar di Akademi Ilmu Sosial Aliarcham, kemudian melanjutkan pelajaran di Havana (Kuba), selama dua tahun. Karena terjadi peristiwa G30S di tanah air, sejak akhir 1966 berstatus stateless (tanpa kewarganegaraan) sampai tahun 1992. Dari Kuba, ke Vietnam, dan atas bantuan Pemerintah Republik Demokrasi Vietnam, diberi kesempatan belajar di negeri itu selama dua tahun. Selanjutnya pindah ke Tiongkok untuk belajar di kota Yang Chow, Provinsi Chiang Xu, selama dua tahun. Dari situ pindah lagi ke Luo Hua di Provinsi Chiang Xi untuk bekerja. Tiga tahun kemudian, pindah lagi ke Yen Thai di Provinsi Shan Tung untuk belajar selama dua tahun. Setelah menyelesaikan pelajaran di Yen Thai, pindah ke Birma (sekarang Myanmar) untuk bekerja. Setelah enam tahun bekerja di Birma, pindah lagi ke Tiongkok untuk bekerja di Nan Chang, ibu kota Provinsi Chiang Xi. Lima tahun kemudian, beserta keluarga pindah ke Swedia, diberi suaka politik oleh Pemerintah Kerajaan Swedia, dan setelah lima tahun tinggal di negeri ini, mendapat kewarganegaraan Swedia hingga kini. Pernah menulis buku kumpulan cerita pendek berjudul Di Pengasingan (Ultimus, 2007) dan Kisah Perjalanan (Ultimus, 2009). 


Saturday, August 9, 2014

Buku: Bangkit. Tempoh Pentadbiran Abdullah Badawi di Malaysia

Buku: Bangkit. Tempoh Pentadbiran Abdullah Badawi di Malaysia.

Editor: Bridget Nelsh & James U.H. Chin

Penterjemah: Noor Amin bin Ahmad

Harga: RM 38

Halaman: 250 mukasurat

Kandungan:

Kata Pengantar
Mengenai Penyumbang
Sekapur Sirih
Pendahuluan

1.       ‘Melakukan Apa Yang Tidak Dapat Dilihat’: Satu Perbualan dengan Tun Abdullah Ahmad Badawi

TEMURAMAH
2.      ‘Bayangan Mahathir’: Wawancara bersama Dato Seri Dr. Mohamad Khir b. Toyo
3.      ‘Orang Baik Tidak Selalu Berjaya Pada Akhirnya’: Wawancara bersama  Zaid Ibrahim
4.      ‘Sebelum Zaman Malaysia’: Wawancara bersama Abdul Azim Zabidi

RANCANGAN
5.      Nik Nazmi Nik Ahmad
Pematangan Generasi Reformasi

6.      Wan Hamidi Hamid
Kegagalan Menangani Ketakutan: Abdullah dan Orang Melayu

7.      James U.H.Chin
Ia Perlu Berlaku: Peralihan Masyarakat Cina dalam Pilihan Raya Umum 2008

8.     K.Kabilan
Dilema Masyarakat India: Menerima Memuntahkan Semula

9.      Zulkifli Sulong
‘Satu Hubungan Istimewa’: PAS dan Abdullah Badawi

10.  Bridget Welsh
Mengupaya dan Memperkasakan Rakyat Malaysia

11.   Maria Chin Abdullah
Janji Yang Diragui – Kegagalan Berlaku Adil

12.  Gerhard Hoffstaedter
Islam Hadhari: Membentuk Muslim Sederhana dab Moden

13.  Anil Netto
Jangkaan Besar, Impian Yang Tidak Tertunai: Hak Asasi Manusia dan Abdullah Ahmad Badawi

14.  Edmund Bon Tai Soon
‘Nota Kaki Tambahan’: Pentadbiran Pak Lah dan Kehakiman

15.   Ramesh Chandar

Dasar Ekonomi Abdullah Badawi: Antara Janji dan Penyampaian

Tuesday, July 22, 2014

Buku: Nyanyi Sunyi Seorang bisu 1 & 2

Buku: Nyanyi Sunyi Seorang bisu 1 & 2
Catatan-catatan dari P.Buru

Penulis: Pramoedya Ananta Toer

Harga: RM 88

Buku 1 / 426 muka surat

Buku 2 / 338 muka surat

Buku: Tanah Merah yang Merah. Sebuah Catatan Sejarah

Buku: Tanah Merah yang Merah. Sebuah Catatan Sejarah

Penulis: Koesalah Soebagyo Toer

Harga: RM 30

Halaman: 234 muka surat

Daftar Isi:
Pengantar—Takashi Shiraisi
Pengantar

Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) 1926—1927
Akibat Pemberontakan
Daftar Buangan
Hukuman di Pembuangan
Anak Digul
Mereka yang Gugur dalam Pembuangan 1927—1945
Pejabat di Pembuangan
Serba-Serbi Digul
Kronik Digul

Lampiran:
Lampiran 1: Tragedi Digul Ciptaan Imperialisme Kolonial Belanda
Lampiran 2: Boven-Digoel dan Pasal 3 
Peraturan Ketatanegaraan Hindia Belanda
Lampiran 3: Soemono Moestoffa tentang Tanah Tinggi

Bahan Tertulis tentang Digul
Bahan Sumber
Riwayat Hidup


Buku: Tanpa Tajuk

Buku: Tanpa Tajuk

Penulis: Tengku Sabri Ibrahim

Harga: RM 28

Halaman: 209 mukasurat


Buku ini adalah memoir, esei pendek, teks syarahan dan pilihan beberapa pernyataan artis terhadap karya-karya yang dihasilkan semenjak penglibatan saya dalam bidang seni rupa dari tahun 1980an hingga kini. Sesungguhnya kesemua tulisan dalam buku ini mempunyai tajuk, tetapi secara kolektif saya ingin menerapkan cita rasa ‘Tanpa Tajuk’ kepadanya..

Thursday, July 17, 2014

Buku: Akar dan Dalang. Pembantaian Manusia Tak Berdosa dan Penggulingan Bung Karno

Buku: Akar dan Dalang. Pembantaian Manusia Tak Berdosa dan Penggulingan Bung Karno

Penulis: Suar Suroso

Harga: RM 35

Halaman: 230 muka surat

Daftar Isi:

Sekapur Sirih -  Koesalah Soebagyo Toer
Sambutan (1) - Ibrahim Isa
Sambutan (2) - Sumaun Utomo
Sambutan (3) Hario Kecik
Sambutan (4) Nurman

Kata Pengantar — Suar Suroso

I — Berkat G30S, Penguasa Barat Berpesta-Pora

II — Membantah Fitnah Pemalsu Sejarah
1. Buku Putih Kopkamtib
2. Karya Victor Miroslav Fic: Kudeta 1 Oktober 1965
3. Karya Jung Chang dan Jon Halliday: 
Mao: Kisah-Kisah yang Tak Diketahui
4. Prof. Nugroho Notosusanto: PKI Dalang G30S; 
Pancasila Bukan Hasil Galian Bung Karno

III  Perang Dingin Demi Pembasmian Komunisme Sejagat
IV  Doktrin Truman The Policy of Containment
V Politik Rollback, Peningkatan The Policy of Containment Eisenhower dan Dulles
Doktrin Reagan
VI  Akar Perang Dingin
VII Cara-Cara CIA Membasmi Kekuatan Anti-Imperialisme



VIII  Dalang dan Aparat Pembasmi Kekuatan Kiri 
dan Penggulingan Bung Karno
1. National Security Council (NSC)—Politbiro Perang Dingin
2. “Pemerintah Bayangan”
3. Central Intelligence Agency (CIA)
4. RAND Corporation
5. Ford Foundation
6. Pakta-Pakta Militer: North Atlantic Treaty Organization (NATO), 
South-East Asian Treaty Organization (SEATO), 
Central Treaty Organization (CENTO)
7. Dari Tentara Keselamatan Rakyat (TKR), Jadi Pasukan Anti-Ajaran Bung Karno dan Jadi Pembasmi Komunis
8. Kubu Soeharto – CIA

IX  Gerakan Buruh Indonesia, Tulang Punggung Kekuatan Anti-Imperialisme

X  PKI dan Bung Karno Bagaikan Hantu Bagi Amerika
1. Lahirnya Gerakan Nasional, Peranan Penting Sarekat Islam
2. Dari Sarekat Islam ke Sarekat Rakyat
3. Lahirnya PKI
4. Pemberontakan Nasional 1926, Sangkakala Revolusi Indonesia
5
Krisis Kapitalisme, Indonesia di Bawah Fasisme

6. Revolusi Agustus 1945
7. Provokasi Madiun
8. Kebangkitan Kembali PKI
9. Kongres Nasional Ke-5 PKI
10. Usaha Reaksi Melawan PKI
11. Pemilihan Umum Pertama dalam Sejarah Indonesia, 
Gagasan Bung Karno Membentuk Kabinet Gotong-Royong
12. Tiga Kekuatan dan Tiga Konsep Penyelesaian Revolusi
13. Sidang-Sidang Konstituante, PKI Membela Pancasila Dasar Negara
14. Amerika dan Pemberontakan PRRI – Permesta
15. Demokrasi Terpimpin
16. Manifesto Politik RI (Manipol)
17. Yo Sanak, Yo Kadang, Yen Mati Aku Sing Kelangan, Amerika Musuh Rakyat Paling Berbahaya
18. Dwi-Tunggal Rakyat dan Tentara
19. Pentingnya Pendidikan Marxisme-Leninisme
20. Bung Karno: “Go Ahead!”
21. Imperialisme Amerika Musuh Nomor Satu Rakyat Indonesia
22. Teori “Dua Aspek Kekuasaan Negara” dan Metode Kombinasi Tiga Bentuk Perjuangan (MKTBP)
23. PKI dan Gerakan Komunis Internasional
24. Partai Massa dan Partai Kader
25. Mengobarkan Semangat Berani
26. PKI dan Masalah Tani
27. Gunakan Pancasila Menyerang PKI
28. Deklarasi Bogor – Tata Krama Nasakom
29. Melawan Trotskisme
30. ‘Situasi Revolusioner’
31. Tesis “45 Tahun PKI”
32. Lagi-Lagi Dwitunggal Rakyat dan ABRI
33. Serentetan Kesimpulan Teoretis yang Problematis
34. Memuncaknya Reaksi Anti-PKI dan Usaha Menggulingkan Bung Karno

XI— Ciptakan Dasar untuk Bertindak Represif 
Demi Pembasmian PKI dan Penggulingan Bung Karno 

Wednesday, June 25, 2014

Buku: Percikan Revolusi + Subuh

Buku: Percikan Revolusi + Subuh

Penulis: Pramoedya Ananta Toer

Harga: RM 28

Halaman: 202 muka surat

Kumpulan cerita pendek revolusi.

Percikan Revolusi
Apa kebebasan! Apa Siksaan Apa Mati? Apa keadilan bagi rakyat jelata? Apa bahagia? Apa kemanusiaan? Bagaimana perjuangan cita-cita dan perut? Semua ini jadi buah renungan dan perhatian bagi Pramoedya, bukan saja sebagai penonton tetapi juga sebagai orang yang turut mengalami pada tubuh dan jiwa revolusi dan segala akibatnya.

Subuh

Berisi tiga petikan kisah-kisah revolusi. Blora, Jalan Kurantil 28 dan Dendam – mutiara-mutiara dalam khasanah sastra modern Indonesia. 

Saturday, June 21, 2014

Buku: Rosli Dhoby Merdeka dengan Darah

Buku: Rosli Dhoby Merdeka dengan Darah

Penulis: Jeniri Amir

Harga: RM 35

Halaman: 272 muka surat

Kandungan:

Prakata

1.       Menjejaki Rosli Dhoby di London
2.      BBC Bongkar Rahsia
3.      Anti-Cession: Masyarakat Melayu Berbalah
4.      Sarawak Jajahan Kolonial British
5.      Obor Pejuang 338 Menyala
6.      Percaturan Rukun Tiga Belas
7.      Pejuang Kemerdekaan Sarawak
8.     Duncan Stewart Gabenor Kolonial
9.      Konspirasi di Journey’s End
10.  Biar Pecah di Perut
11.   Pagi Berdarah di Sibu
12.  Pemindahan Darah di Udara
13.  Kisah Pembunuhan Ke Majlis Tertinggi
14.  Telegram Sulit dan Surat Rahsia
15.   Gabenor disemadikan di Kubur Bidadari
16.  Belangsungkawa
17.   Drama di dalam Mahkamah
18.  26 Saksi Disoal Mahkamah
19.  Dalam Lipatan Sejarah
20. Di Kandang Tertuduh
21.  Meringkuk di Penjara Kuching
22. Berharap Selagi Bernafas
23. Nyawa Melayang di Tali Gantung
24. Dibuang Negeri ke Penjara Changi
25.  Bau Wangi dari Kubur
26. Akhirnya Pulang ke Kampung
27.  Hidup Seribu Tahun Lagi
28. Selamat Tinggal