
kedaihitamputih
Sunday, January 30, 2011
Buku: antologi sajak MENYINSING FAJAR PERJUANGAN

Saturday, January 22, 2011
Buku: Mengajari Batu Bicara. Ekspedisi dan perjumpaan

HABIS!
Buku: Mengajari Batu Bicara. Ekspedisi dan perjumpaan
Penulis: Annie Dillard
Penerjemah: Noor Cholis, Gayuh Utami, Tessa Aprilia
Terbitan: Banana
Harga: RM 25
Halaman: 204 muka surat
Daftar Isi:
Mengajari Batu Bicara
Ekspedisi ke Kutub
Hidup Bagai Linsang
Di Rimba Raya
Rusa di Providencia
Di Bukit Jauh
Lensa
Kehidupan di Gugusan Karang: Galapagos
Di Padang Senyap
Tuhan di Pintu
Fatamorgana
Pengembara
Kartu As dan Angka Delapan
Di sini, dalam kumpulan tulisan memikat ini, peraih hadiah Pulitzer Annie Dillard menjelajah dunia fakta alam dan hakikat manusia.
Saturday, January 8, 2011
D11: serangan neo-liberal RAKYAT TERUS SENGSARA
Monday, December 6, 2010
Buku: Revolusi Yang Dikhianati: Sebab-Sebab Kebangkrutan Uni Sovyet

Buku: LENIN. Teori dan Praktek Revolusioner

Sunday, December 5, 2010
Buku: KARL MARX. Membongkar Akar Krisis Global
Buku: KARL MARX. Membongkar Akar Krisis GlobalSunday, November 21, 2010
Buku: SEMUA TELAH BERUBAH, TUAN. Dua Kumpulan Puisi

HABIS!
Buku: SEMUA TELAH BERUBAH, TUAN
Dua Kumpulan Puisi
Penulis: Juniarso Ridwan
Terbitan: Ultimus
Harga: RM 20
Halaman: 244 muka surat
# KESEDERHANAAN puisi-puisi Juniarso hamper tidak membuat gerak, melainkan membuat wujud. Waktu dan ruang tercipta dari pemindahan wujud satu ke wujud lainnya, dan bukannya melalui gerak. Puisi-puisinya bermain dengan wujud sebagai jejak, bukan dengan gerak. Ruang dan waktu tampak terhitung cermat lewat bangunan tiga atau du puluh-kata, tidak lebih. Kadang jejak-jejak itu hadir dengan tajam dan sangat tajam melalui lompatan ke wilayah imaji yang lain yang dilakukan dengan mendadak. Lompatan ini tampaknya untuk menyampaikan pesan yang juga berfungsi sebagai katarsis dan pembaca ikut terbanting dalam lompatan ini. Efek terbanting mungkin untuk terjadi secara mendadak, karena memang puisi tidak dibangun lewat gerak, melainkan lewat perpindahan wujud atau imaji.
-Afrizal Malna pada Epilog: Biografi Puisi Juniarso Ridwan dan
“Pertigaan In-Out”
