
kedaihitamputih
Monday, December 6, 2010
Buku: Revolusi Yang Dikhianati: Sebab-Sebab Kebangkrutan Uni Sovyet

Buku: LENIN. Teori dan Praktek Revolusioner

Sunday, December 5, 2010
Buku: KARL MARX. Membongkar Akar Krisis Global
Buku: KARL MARX. Membongkar Akar Krisis GlobalSunday, November 21, 2010
Buku: SEMUA TELAH BERUBAH, TUAN. Dua Kumpulan Puisi

HABIS!
Buku: SEMUA TELAH BERUBAH, TUAN
Dua Kumpulan Puisi
Penulis: Juniarso Ridwan
Terbitan: Ultimus
Harga: RM 20
Halaman: 244 muka surat
# KESEDERHANAAN puisi-puisi Juniarso hamper tidak membuat gerak, melainkan membuat wujud. Waktu dan ruang tercipta dari pemindahan wujud satu ke wujud lainnya, dan bukannya melalui gerak. Puisi-puisinya bermain dengan wujud sebagai jejak, bukan dengan gerak. Ruang dan waktu tampak terhitung cermat lewat bangunan tiga atau du puluh-kata, tidak lebih. Kadang jejak-jejak itu hadir dengan tajam dan sangat tajam melalui lompatan ke wilayah imaji yang lain yang dilakukan dengan mendadak. Lompatan ini tampaknya untuk menyampaikan pesan yang juga berfungsi sebagai katarsis dan pembaca ikut terbanting dalam lompatan ini. Efek terbanting mungkin untuk terjadi secara mendadak, karena memang puisi tidak dibangun lewat gerak, melainkan lewat perpindahan wujud atau imaji.
-Afrizal Malna pada Epilog: Biografi Puisi Juniarso Ridwan dan
“Pertigaan In-Out”
Saturday, November 13, 2010
cd sakrat
Thursday, November 11, 2010
cd yang terlintas di fikiran
Tuesday, November 9, 2010
cd aku dan bulan
Monday, November 8, 2010
Buku: The Catcher In The Rye

HABIS!
Buku: The Catcher In The Rye
Penulis: J.D Salinger
Penerjemah: Gita Widya Laksmini
Terbitan: Banana
Harga: RM 30
Halaman: 300 muka surat
Sinopsis:
The Catcher in the Rye adalah novel karya J.D.Salinger, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1951
Buku ini berkisah tentang seorang pemuda bernama Holden Caulfield yang pulang ke rumah setelah diusir dari sebuah sekolah lanjutan swasta eksklusif. Alih-alih langsung pulang ke rumah, Caulfield naik kapal mengembara, berpikir tentang apa yang akan dikatakannya pada keluarganya, dan bagaimana yang terbaik untuk menghadapi jika suatu saat dikeluarkan dari sekolah. Sudut pandang dalam cerita ini adalah orang pertama tunggal.
Buku ini mengandung banyak kata yang tidak senonoh, dan banyak orang yang tak menyukai buku ini. Buku ini dilarang di banyak tempat. Namun, orang lain memandang kata-kata tersebut sebagai ekspresi Caulfield atas rasa frustrasinya akan kehidupan. Banyak orang muda, khususnya anak-anak, menghubungkan cerita ini dan bahasanya, dan merasakan bahwa Caulfield akan memahami mereka jika ia mengenal mereka.